Visual Basic Dasar

Bagian pertama ini akan menguraikan hal-hal yang sifatnya esensial
dalam pemrograman Visual Basic. Meskipun dikatakan esensial, namun kita
tidak boleh menyepelekan begitu saja. Pada kenyataannya, teknik-teknik
dasar yang mungkin dianggap se
program tingkat lanjut, akan lebih baik jika kita sudah memiliki bekal dasar.

1. Teknik Dasar Visual Basic
Jika kita membahas teknik dasar Visual Basic, sebenarnya tidak cukup
hanya dengan satu bab, apalagi satu subbab. Namun, di sini akan dibatasi
agar uraiannya tidak terlalu umum ataupun khusus. Artinya, bagian ini
mencoba menguraikan hal-hal ringan yang dianggap penting dan sering
diperlukan.

 Awalan Penamaan Variabel
Konsistensi sering dikaitkan dengan penulisan kode program yang
standar. Ini tentu cukup beralasan karena penulisan kode yang konsisten
menjadikan kode program lebih mudah dibaca dan dipahami. Sebagai contoh,
dalam penamaan variabel, sangat dianjurkan agar Anda mengacu pada
standar yang telah ditetapkan.
Contohnya seperti berikut:
‘ Jika hanya ada satu variabel String di satu
‘ ruang lingkup
Dim str As String

‘ Jika terdapat lebih dari satu
Dim strNama As String
Dim strAlamat As String
Daftar standar penamaan selengkapnya untuk variabel yang
merepresentasikan suatu tipe data, kontrol-kontrol built-in dan ActiveX,
serta objek-objek ADO bisa Anda lihat di lampiran.

 Hindari Tipe Variant
Tipe data Variant secara otomatis akan ditetapkan pada suatu variabel
manakala Anda tidak menetapkan tipe datanya secara eksplisit.
‘ Variabel intX bertipe Variant
Dim intX, intY As Integer
‘ intA dan intB bertipe Integer
Dim intA As Integer, intB As Integer
Alasan utama untuk menghindari tipe data Variant adalah karena
eksekusinya yang cenderung lebih lambat dan mengonsumsi memori lebih
besar.

 Ruang Lingkup Variabel
Apabila variabel-variabel Anda hanya diperlukan oleh sebuah method
(prosedur/fungsi), sebaiknya deklarasikan di level lokal. Teknik ini terkait
erat dengan performa aplikasi, di mana variabel lokal akan lebih cepat
dieksekusi dibanding variabel global.
 Konkatenasi dan Multiline
Pada saat Anda ingin menghubungkan string, gunakan operator
konkatenasi (&). Adapun jika konkatenasi melibatkan baris baru, sebaiknya
manfaatkan karakter garis bawah (underscore).
‘ Hello Indonesia adalah satu bagian
strData = “Hello ” & _
“Indonesia”
‘ strA dan strB adalah dua bagian

strB As String
 Definisi Tipe Data
Anda pasti pernah menemui kode program Visual Basic yang
mendefinisikan suatu tipe data menggunakan akhiran karakter tertentu,
seperti $, %, dan sebagainya. Pendekatan yang juga disebut definisi tipe
data secara implisit ini umumnya dilakukan untuk mempercepat eksekusi
kode. Berikut ini simbol (karakter) yang dapat digunakan sebagai akhiran
nama variabel untuk merepresentasikan tipe data.

Perlu diperhatikan, bagian ini tidak bermaksud menyarankan Anda untuk
menggunakan pendekatan di atas, namun sekadar memperlihatkan bagaimana
implementasi definisi secara implisit. Bagaimanapun juga, pendekatan
seperti ini seringkali membingungkan, terutama bagi yang belum memahami
makna karakter terkait.
 Verifikasi Tipe Data
Pada saat akan melakukan operasi terhadap suatu variabel, terkadang
kita ingin memeriksa tipe datanya terlebih dahulu. Untuk memudahkan
verifikasi ini, kita bisa memanfaatkan method-method yang tersedia.

ntar ja sambungnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: